Desain Model Pembelajaran Disrupsi Inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan Bentuk-bentuk Pembelajaran Digital.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh...
Apa kabar teman-teman semua semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ya...Aamiin.
Yuk kita baca sejenak tentang materi kali ini...biar kita menambah wawasan dengan membaca.
Definisi Disrupsi
Pengertian Disrupsi Teknologi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata disrupsi adalah suatu hal yang tercabut dari akarnya. Dari pengertian disrupsi secara harafiah, dapat dikatakan bahwa disrupsi merupakan suatu fenomena di mana terdapat sejumlah perubahan atau lompatan yang besar, yang keluar dari tatanan yang lama, dan mengubah sistem yang lama menjadi sebuah sistem baru. Disrupsi diartikan sebagai suatu era, yang mana terjadi perubahan besar-besaran dan inovasi yang secara fundamental mengakibatkan perubahan pada semua tatanan, sistem, dan landskap yang ada, menjadi cara yang baru. Disrupsi mengakibatkan mereka yang masih menggunakan sistem atau cara yang lama menjadi tidak bisa bersaing dengan mereka yang sudah mengadopsi sistem yang baru.
Hillary Brigitta Lasut, Anggota Komisi I DPR RI dalam sebuah Webinar Literasi Digital yang bertajuk ‘Tantangan Media Massa dalam Disrupsi Digitalisasi’, mengatakan bahwa disrupsi teknologi digital merupakan era di mana terjadi berbagai inovasi dan perubahan secara besar-besaran, yang secara fundamental timbul akibat kehadiran teknologi digital, sehingga mengubah sistem yang ada di Indonesia maupun yang ada secara global. Disrupsi teknologi, merupakan sebuah fenomena yang mengakibatkan perubahan pemahaman konvensional masyarakat dan segala aktivitas yang mereka lakukan menjadi sistem teknologi digital. Disrupsi teknologi dimaknai sebagai sebuah perubahan fundamental akibat perkembangan sistem teknologi digital, yang mana teknologi digital atau robot mulai menggantikan dan mengubah peran serta pekerjaan manusia.
Penyebab Disrupsi Teknologi Dapat Terjadi
Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa disrupsi bukan sekedar inovasi dan perubahan, lebih dari itu, disrupsi adalah untuk menunjukan adanya perubahan fundamental secara besar-besaran yang dapat mengubah semua tatanan. Kemunculan disrupsi teknologi ini kemudian memberikan sebuah pertanyaan besar, yakni mengapa disrupsi teknologi dapat terjadi?
Perkembangan teknologi digital sangat pesat dan telah meluas sampai ke seluruh penjuru negara Indonesia, terutama di daerah perkotaan. Perkembangan teknologi digital ini ditandai oleh meluasnya jaringan internet di seluruh negara yang memiliki budaya berbeda. Kehadiran jaringan internet mampu membuat masyarakat suatu negara atau suatu daerah dengan daerah yang lainnya dapat dengan mudah berbagi informasi secara aktual tanpa ada batasan tertentu.
Perkembangan teknologi digital ini kemudian disebut juga sebagai revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan semakin banyaknya penggunaan Internet of Thing (IoT), yang telah mendisrupsi berbagai bidang kehidupan manusia. Dilansir dari Hootsuite: We Are Social, pada bulan Januari 2022, pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang, yang mencakup 73,7% dari total populasi penduduk Indonesia.
Kemunculan Revolusi Industri 4.0 ini juga ditandai dengan tingginya konektivitas sistem informasi dan munculnya berbagai kecerdasan buatan yang memungkinkan industri untuk bergerak dengan sedikit input dari manusia. Konsep Revolusi Industri 4.0 yang sedang terjadi di seluruh dunia ini kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan yang revolusioner. Sistem yang berbasis pada penerapan teknologi digital terkini, memunculkan Internet of Thing (IoT), cyber-physical-system, Big Data, dan berbagai layanan lain yang memanfaatkan Teknologi Informasi. Perubahan di dunia kini memasuki era Revolusi Industri 4.0, dengan gaya hidup manusia berbasis teknologi digital. Mempersiapkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing secara global serta penting menguasai perkembangan teknologi untuk pembelajaran, terutama untuk masa depan pendidikan di Indonesia. IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang berkaitan erat dengan teknologi yang meliputi aspek produk, proses,sikap ilmiah, dan aplikasi. IPA sebagai produk berupa tubuh pengetahuan yang terdiri dari konsep, prinsip, hukum, dan teori harus mampu memberikan konstribusi dalam pembentukan manusia yang kreatif bagi generasi industri 4.0. Dengan demikian maka arah pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran IPA seharusnya dapat membantu peserta didik menjadi generasi unggul, inovatif, serta mampu bersaing dalam segala bidang.
Augmented Reality (AR), adalah salah satu teknologi terbaru dalam Revolusi Industri 4.0 yang diterapkan di dunia pendidikan. Augmented Reality adalah aplikasi
yang menggabungkan lingkungan nyata dan lingkungan maya dengan bentuk 2D dan 3D pada saat yang sama dalam lingkungan nyata, hal ini sangat relevan untuk diterapkan pada pembelajaran IPA.Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur yaitu dengan cara mencari sumber yang relevan dengan obyek penelitian ini. Dengan demikian Aug mented Reality (AR) merupakan salah satu solusi atas permasalahan kegiatan belajar gajar IPA pada era revolusi industri 4.0 yang mampu mengakomodir kegiatan belajargajar IPA pada era revolusi industri 4.0 yang mampu mengakomodir kegiatan belajar mengajar IPA.
Definisi Digital Learning
Digital learning adalah salah satu terobosan baru dalam dunia pendidikan yang memanfaatkan teknologi dan media digital untuk menyampaikan materi, agar tujuan pembelajaran tercapai. Metode pembelajaran ini kini telah banyak digunakan di berbagai kalangan, salah satunya dalam meningkatkan keahlian tenaga profesional atau karyawan. Hal ini karena mereka dekat dengan produk-produk teknologi.
Sistem pembelajaran dengan digital learning ini mudah diakses. Sehingga, meski di tengah pandemi, tenaga profesional dapat meningkatkan keahlian tanpa bertatap muka. Digital learning sendiri terbagi dalam berbagai bentuk, tergantung strategi dan metode pembelajaran yang digunakan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai beberapa bentuk digital learning berikut ini.
Bentuk-Bentuk Digital Learning
1. Blended Learning
Blended learning merupakan salah satu bentuk pembelajaran digital dengan proses belajar-mengajar campuran. Dalam strategi pembelajaran ini, kegiatan belajar-mengajar daring dan tradisional dilakukan secara bergantian atau menggunakan sistem rotasi. Selain itu, terdapat pilihan tambahan pelajaran secara daring bagi tenaga profesional yang menginginkan atau membutuhkan waktu belajar ekstra.
2. E-Learning atau Online Learning
Merupakan bentuk digital learning yang sistem pembelajarannya dilakukan sepenuhnya secara daring.
3. Penggunaan Teknologi dalam Kelas
Pembelajaran digital ini dilakukan secara tatap muka. Namun, sistem pembelajarannya memanfaatkan berbagai teknologi digital. Teknologi tersebut, antara lain pembagian buku materi berupa soft file, menggunakan e-textbook, memanfaatkan audio recorder berbasis digital untuk menyampaikan materi, atau mencatat menggunakan word processor.
4. Adaptive Learning
Merupakan metode pembelajaran yang menggunakan algoritma khusus dalam pembuatan rencana belajar dan materi masing-masing tenaga profesional. Pembuatan materi dan rencana belajar ini berdasarkan data keperluan individu tenaga profesional atau menggunakan teknologi artificial intelligence.
Contoh Penggunaan Digital Learning di Masa Kini
Contoh penggunaan digital learning di masa kini adalah untuk aktivitas belajar. Salah satunya, proses belajar untuk meningkatkan keahlian melalui kursus online bagi tenaga profesional. Sistem pembelajaran digital ini dapat membantu siswa belajar mandiri dan membantu karyawan atau tenaga profesional untuk meningkatkan skill (meningkatkan keahlian).
Salah satu situs pembelajaran yang bisa membantu tenaga profesional atau karyawan dengan metode digital learning adalah GreatNusa. Di situs kursus online pembelajaran digital ini, terdapat materi atau konten elektronik untuk tenaga profesional atau karyawan, serta forum diskusi online dengan berbagai bidang keahlian.
Selain itu, untuk karyawan atau tenaga profesional, GreatNusa juga menyediakan webinar yang dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan skill. Webinar ini bisa diperoleh secara gratis maupun berbayar. Kamu bisa memilih materi webinar sesuai dengan keahlian yang ingin ditingkatkan.
Manfaat Digital Learning bagi Pendidikan di Era Digital
Tren digital yang terus meningkat, menuntut program pendidikan 4.0 dapat segera diterapkan agar proses belajar-mengajar berlangsung secara efisien. Menyikapi kondisi ini, digital learning adalah salah satu metode pembelajaran yang diharapkan bisa segera digunakan secara luas. Hal ini karena sistem pembelajaran digital memiliki banyak manfaat, antara lain:
1. Lebih Praktis dan Fleksibel
Manfaat pertama digital learning adalah dari segi kepraktisan. Dengan sistem pembelajaran ini, interaksi antara pengajar dengan karyawan bisa dilakukan tanpa perlu bertemu. Oleh karena itu, baik pengajar maupun karyawan tidak perlu menempuh perjalanan jauh, sehingga lebih praktis.
Selain itu, tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar lebih fleksibel. Bisa dilakukan di mana saja serta tidak memerlukan ruang kursus formal, asal berlangsung secara kondusif dan tetap fokus. Dengan demikian, pengajar dan karyawan tidak perlu tampil formal atau berdandan rapi.
2. Bisa Melakukan Pendekatan yang Lebih Sesuai
Dibanding metode konservatif kursus di dalam ruang kelas, digital learning menggunakan pendekatan yang lebih sesuai untuk pelajar masa kini, yaitu dengan teknologi. Selain itu, metode penyampaian yang digunakan merupakan gabungan formal dan informal, sehingga peserta kursus online lebih mudah memahami materi yang disampaikan sesuai gaya mereka.
3. Memperoleh Pengalaman Belajar Menyenangkan
Digital learning meninggalkan cara lama, seperti belajar dengan media spidol, papan tulis, catatan, dan pulpen. Sistem belajar ini menggantinya dengan format media belajar yang lebih menarik, seperti audio, foto, maupun video. Metode ini tentunya memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi karyawan.
4. Lebih Personal
Penyampaian materi dalam digital learning bisa dilakukan satu arah maupun dua arah. Tenaga pengajar maupun peserta dapat memanfaatkan fasilitas forum diskusi untuk berinteraksi layaknya di dalam kelas. Namun, peserta juga dapat bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan pengajar. Dengan demikian, pengajar dan peserta dapat menjalin interaksi yang lebih personal dan mendalam.
5. Lebih Hemat Waktu dan Biaya
Dalam pembelajaran konvensional, baik pengajar dan peserta membutuhkan waktu untuk perjalanan menuju tempat kursus. Begitu juga ketika terjadi perpindahan mata pelajaran atau ruang kelas. Tentu akan memakan banyak waktu. Selain itu, karyawan membutuhkan biaya tambahan untuk membeli buku, melakukan fotokopi materi, dan pengeluaran lainnya.
Dengan digital learning, semua proses tersebut bisa dipangkas. Pengajar dan peserta dapat langsung berinteraksi menggunakan media digital tanpa perlu repot melakukan perjalanan. Hanya perlu koneksi internet untuk membuat pengajar dan peserta tetap terhubung.
6. Proses Dokumentasi Lebih Mudah
Dengan pembelajaran digital, peserta kursus online bisa meninggalkan cara belajar yang tidak praktis. Mereka tidak perlu lagi mencatat, membuat salinan pembelajaran secara tertulis, atau melakukan fotokopi materi. Semua materi pembelajaran ini dapat direkam dan disimpan dalam bentuk digital. Dengan demikian, peserta lebih mudah mengakses dan mempelajarinya di kemudian hari.
7. Lebih Ramah Lingkungan
Dengan tidak banyak membuat catatan, peserta tidak lagi memerlukan banyak kertas atau buku catatan. Secara tidak langsung, metode pembelajaran digital ini telah mengurangi penggunaan kertas dan menciptakan metode belajar yang lebih ramah lingkungan.
8. Alternatif di Masa Pandemi
Pandemi corona membuat interaksi sosial dibatasi untuk memutus rantai penyebaran virus Covid- 19. Namun, di sisi lain, karyawan harus mengikuti kursus tertentu untuk meningkatkan keahlian mereka. Dengan adanya digital learning ini, pengajar dan peserta tetap dapat melangsungkan proses belajar-mengajar tanpa perlu was-was dengan penyebaran virus Covid-19. Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa digital learning adalah solusi metode pembelajaran yang tepat di masa kini. Digital Learning berpotensi untuk meningkatkan efektivitas dan hasil akhir dari proses belajar-mengajar, serta memperbaiki kemampuan dan mindset generasi baru yang lekat dengan teknologi digital.
Kesimpulan: Setelah membaca materi ini Desain Model Pembelajaran Disrupsi Inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk Pembelajaran Digital, maka kita sebagai generasi muda untuk terus ber inovasi terutama di bidang pendidikan untuk selalu mencari ide-ide kreatif, inovatif demi kemajuan pendidikan.
Demikian hasil review dari materi ini semoga bermanfaat...Sampai jumlah di materi selanjutnya. ๐๐๐
materinya sangat membantu. thank u min, semangat untuk terus upload ya min
BalasHapusMasyaallah, dengan berkembang teknologi kita sebagai penerus bangsa harus tau juga ya cara mengaplikasikan nya karena hal tersebut sangat bermanfaat. Terimakasih atas ilmunya ibu kamisah semoga bermanfaat....
BalasHapussemangat terus..
Masya Allah kak, informasinya sangat bermanfaat๐๐ป
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat karena banyak inovasi inovasi dalam pembelajaran
BalasHapus