Review Kuliah Umum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh...Kali ini kita mereview Materi Kuliah Umum.
Tema: Peran Magister Pendidikan IPA dalam meningkatkan Kualitas Pendidikan IPA Berwawasan Kewirausahaan di Era Society 5.0.
Narasumber: Bapak Prof. Dr. Wahono Widodo, M. Si (Universitas Negeri Surabaya)

Pelaksanaan Kuliah Umum tanggal 16 September 2023.

Dari materi Kuliah Umum yang di sampaikan oleh Bapak Prof. Wahono Widodo, M. Si dapat saya simpulkan:

1. Dimensi IPA
a. Sikap adalah rasa ingin tahu tentang suatu benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru, dan dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar.
2. Proses adalah prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Seperti penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen, evaluasi dan penarikan kesimpulan.
3. Produk adalah berupa fakta, konsep, prinsip, teori dan hukum. Aplikasinya berupa penerapan metode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Teknologi adalah pengembangan IPA menghasilkan teknologi, dan sebaliknya.


Pendidikan IPA
Membantu siswa memahami dunia di sekitar mereka melalui metode ilmiah, pengamatan, eksperimen, dan pemecahan masalah.

Tujuan pendidikan IPA di sekolah adalah:
1. Merasakan kekayaan batin dan kegembiraan dalam mengetahui dan memahami alam.
2. Menggunakan proses dan prinsip ilmiah yang tepat dalam mengambil keputusan pribadi.
3. Terlibat secara cerdas dalam wacana dan debat pablik mengenai permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Meningkatkan produktivitas ekonomi mereka melalui penggunaan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan.

Berdasarkan pemaparan dari narasumber bahwa berfikir ada 2 macam yaitu
1. Berfikir Abduktif 
a. Berfikir Abduktif melibatkan proses merumuskan hipotesis yang masuk akal berdasarkan bukti yang ada, namun terbatas.
b. Ini sering digunakan ketika kita dihadapkan pada fakta yang memerlukan interpretasi.

2. Berfikir Deduktif
a. Berfikir deduktif melibatkan menyusun kesimpulan yang konsisten dari premis-premias yang diberikan.
b. Jika premisnya benar, maka kesimpulan yang diambil juga haruslah benar.

3. Berfikir Induktif
a. Berfikir Induktif membuat kesimpulan umum berdasarkan sejumlah contoh atau kasus yang diamati
b. Dalam berfikir Induktif mengambil data spesifik dan kemudian mencari pola yang mungkin terjadi secara umum.

Pembelajaran IPA yang berkualitas
1. Relevansi konteks
2. Pendekatan aktif
3. Pemecahan masalah
4. Keterlibatan berfikir kritis
5. Kolaborasi
6. Penggunaan teknologi
7. Pendekatan interdisipliner

Adapun masalah pendidikan IPA di Indonesia adalah: 
1. Kurikulum yang padat
2. Kualitas guru
3. Akses ke sumber daya
4. Minta dan motivasi siswa 
5. Kesejangan pendidikan 

Skeptisme terhadap ide Society 5.0
1. Ketidakpastian teknologi
2. Isi keamanan dan privasi
3. Peningkatan kesejangan digital 
4. Dampak sosial dan ekonomi
5. Isu etika
6. Regulasi dan hukum
7. Tantangan budaya
8. Ketidakpastian lingkungan 
Jiwa wirausaha
1. Inovatif
2. Pengambilan resiko
3. Kemampuan beradaptasi
4. Kemampuan berfikir strategis
5. Kemandirian
6. Kemampuan manajerial
7. Orientasi pada pelanggan
8. Jaringan dan hubungan
9. Pemecahan masalah
10. Pasar dan kesadaran persaingan
11. Etika bisnis.

Tahapan dalam berwirausaha:
1. Memulai usaha
2. Melaksanakan usaha
3. Mempertahankan usaha
4. Mengembangkan usaha.


Penelitian untuk jiwa wirausaha:
1. Berfikir kreatif
2. Creative problem solving
3. Kemampuan mengambil resiko yang rasional
4. Ketekunan
5. Kemampuan beradaptasi
6. Kemampuan berfikir strategis
7. Kemandirian
8. Kemampuan manajerial
9. Orientasi pada pelanggan
10. Jaringan dan hubungan
11. Peluang pasar
12. Etika bisnis.


Setelah mengikuti kuliah umum ini pengetahuan saya tentang pentingnya pendidikan IPA dan jiwa dalam berwirausaha semakin bertambah, dan materi yang di sampaikan sangat bermanfaat bagi saya untuk pengembangan ilmu pengetahuan kedepannya...

Demikian hasil review dari materi kuliah umum yang di sampaikan oleh Bapak Prof, Dr. Wahono Widodo, M. Si. Semoga bermanfaat untuk kita semua.🙏🙏🙏






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desain Model Pembelajaran Disrupsi Inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan Bentuk-bentuk Pembelajaran Digital.

Refleksi Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sain

Desain Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berfikir Kritis dalam Bidang SAINS