Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi, Inovasi dan Analisis Kelembahan Model Pembelajaran Kooperatif, Quantum, dan Kolaboratif.
Assalamuaikum warohmatullahi wabarokatuh...
Apa kabar teman-teman semua? semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. Aamiin..
Gk terasa ya kita sudah dipenghujung tahun, dan saatnya kita melaksanaan Ujian Akhir Semester Satu. . . Waktu berlalu begitu cepat baru rasanya kemaren mulai kuliah, lah tiba-tiba aja sudah mau Ujian ... Hehehe....Kali ini UAS nya sesuatu ya karena di tugaskan oleh Bapak .... Selaku Pengampuh mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains untuk membuat vidio pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi, Inovasi dan Analisis Kelembahan Model Pembelajaran Kooperatif, Quantum, dan Kolaboratif.
Kenapa kelompok kami memilih Pembelajaran Kolaboratif model Projek Based Learning (PJBL)?
Alasannya karena penerapan Kurikulum di Sekolah sekarang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka, yang mana dalam Kurikulum Merdeka ada materi Intrakurikululer dan Kokurikuler (dalam penerapan Kokurikuler lebih ditekankan kepada Projek, dalam setiap mana Pelajaran 30 % materi Projek yang siswa di tuntuk untuk menciptakan keterampilan abad 21 seperti berfikir Kritis, Kolaborasi, Komunikasi, dan kreatif, dalam model pembelajaran PJBL semua sudah termasuk dalam pembelajaran abad 21.
Kami memperaktekkan model PJBL di sekolah bersama siswa masing-masing.
Mari kita pahami apa itu model ko pembelajaran Projek Based Learning, sintak pembelajaran, kelebihan dan kekurangannya!
Projek Based Learning
Projek Based Learning adalah pembelajaran yang menghasilkan proyek dan melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan mulai dari tahap awal sampai tahap evaluasi.
Sintak pembelajaran PJBL
1. Pertanyaan mendasar
2. Mendesain percanaan
3. Menyusun jadwal
4. Memonitor keaktifan dan perkembangan projek
5. Menguji Hasil
6. Evaluasi hasil belajar
Kelebihan
1. Memotivasi peserta didik dengan melibatkannya di dalam pembelajaran.
2. Siswa diajak untuk bekerja sama, saling bertukar pikiran dan pengalaman. Dengan bertukar ide, wawasan, siswa menjadi lebih banyak berinteraksi dengan temannya.
2. Pencapaian hasil belajar dapat dicapai dengan 2 cara yakni individu dan kelompok.
3. Siswa saling mengisi, yang sudah paham bisa mengajarkan ke siswa yang belum paham pada materi
Kekurangan
1. Memerlukan banyak waktu menyelesaikan projek
2. Biaya yang ditimbukan membuatan projek cukup banyak
3. Memungkinkan terdapat siswa kurang aktif dalam kelompok
4. Kesulitan dalam penilaian
3
Vidio Diskusi Kelompok VI tentang model pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi, Inovasi dan Analisis Kelembahan Model Pembelajaran Kooperatif, Quantum, dan Kolaboratif.
Nah sekarang kita bahas model pembelajaran kooperatif, quantum, dan kolaboratif:
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kooperatif adalah Proses kegiatan belajar mengajar yang cara di bagi-bagi kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Kelebihan
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan
2. Siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki suatu masalah
3. Siswa belajar untuk menjadi pemimpin pembelajaran
Kekurangan
1. Membutuhkan fasilitas yang lengkap
2. Dengan adanya kelompok, memungkinkan siswa dalam kelompok tidak akfit
3. Guru membutuhkan persiapan yang mayang untuk mengajar
Pembelajaran Quantum
Model pembelajaran quantum adalah cara dan usaha belajar yang dikaitkan dengan unsur seni, kemampuan individu, lingkungan belajar sehingga kegiatan proses belajar mengajar lebih menyenangkan dan bermakna. Pembelajaran Quantum lebih mengutamakan kenyamanan siswa dalam proses belajar.
Kelebihan
1. Dapat meningkatkan motivasi siswa
2. Siswa percaya atas kemampuan yang dimiliki
3. Dapat menigkatkan hasil belajar karena di dukung dengan kenyamanan siswa dalam belajar
Kekurangan
1. Membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan motivasi siswa
2. Membutuhkan pengalaman yang nyata
3. Guru kesulitan untuk mengidentifikasi keterampilan siswa
Pembelajaran Kolaboratif
Pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang lebih dari satu orang yang secara bersama-sama untuk belajar dan mengembakan keterampilan.
Kelebihan
1. Siswa saling bekerja sama, saling bertukar pikiran dan pengalaman.
2. Penilaian siswa ada penilaian individu dan ada penilaian kelompok
3. Siswa yang belum bisa mampu memahami pelajaran bisa di bantu dengan teman sebaya.
Kekurangan
1. Memerlukan waktu yang lama, sehingga pembelajran menjadi tidak efektif
2. Dalam kerja kelompok, terdapat siswa yang memungkinkan membuat masalah
3. Terdapat siswa yang tidak aktif dalam kelompok.
Itulah hasil analisis Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi, Inovasi dan Analisis Kelembahan Model Pembelajaran Kooperatif, Quantum, dan Kolaboratif.
Semoga bisa menambah wawasan ya!!!
Terimakasih
Salam dari Kelompok 6
·
Bagus sekali ibu terimakasih informasinya
BalasHapus